Kritik dan Pembelaan Untuk Oezil

Kritik dan Pembelaan Untuk Oezil
Kritik dan Pembelaan Untuk Oezil

Kritik dan Pembelaan Untuk Oezil

Performa Mesut Oezil saat Arsenal kalah dari Bayern Munich mendapatkan kritik habis-habisan. Tapi Oezil juga dibela karena ia selalu jadi “kambing hitam” atas hasil buruk tim.

Arsenal hampir dipastikan tersingkir dari Liga Champions setelah menelan kekalahan telak 1-5 di Allianz Arena, Kamis (16/2/2017) dinihari WIB kemarin. Sempat mengimbangi 1-1 di babak pertama, Arsenal tetap tak kuasa menahan gelontoran empat gol Bayern di babak kedua.

Performa Arsenal sangat buruk pada pertandingan itu terutama para pemain di lini serang seperti Alexis Sanchez dan Mesut Oezil yang tidak bisa berbuat apapun.

Khusus Oezil, pemain asal Jerman itu dikritik lagi secara terang-terangan setelah performanya labilnya belakangan ini. Tengok saja sejak bikin gol ke gawang Stoke City pada 10 Desember 2016, dia tak pernah mencatatkan lagi namanya di papan skor. Bahkan assist terakhirnya dibuat saat mengalahkan Burnley 22 Januari lalu.

Meski dikritik habis-habisan, Oezil pun mendapat pembelaan karena dirasa pemain asal Jerman itu selalu jadi alasan utama ketika Arsenal tampil buruk dan kalah telak.

“Kritik itu normal saja ketika ada pemain tampil buruk,” ujar agen Oezil, Dr Erkut Sogut, kepada BBC Sport.

“Tapi Mesut merasa orang-orang bukan fokus pada performanya; mereka selalu menjadikannya kambing hitam untuk tim usai hasil-hasil buruk,” sambungnya.

“Di laga-laga seperti ini orang-orang biasanya menjadikan pemain yang berharga mahal dan bergaji besar sebagai target – itulah Mesut. Tapi dia tidak bisa selalu jadi kambing hitam. Itu tidak adil.”

“Sepakbola itu olahraga tim dan Arsenal tidak tampil bagus sebagai tim. 11 pemain di lapangan tapi Mesut selalu jadi sasaran kritik. Apakah dia jadi alasan mengapa Arsenal kebobolan lima gol?.”

“Orang-orang mulai berpikir apakah ‘dia harus bermain? dia harus dicadangkan?'”

“Saya tidak setuju bahwa Mesut selalu mati kutu di laga-laga besar. Bagaimana soal kemenangan atas Chelsea musim ini dan Manchester United setahun sebelumnya? Laga Jerman lawan Italia dan Prancis di Piala Eropa 2016?

“Orang-orang sering bilang bahwa Mesut tidak mau bertarung atau melakukan tackle, bahasa tubuhnya buruk, tapi seperti itulah dia,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *